KPU Kota Bandar Lampung Lakukan Sosialisasi dan Pendidikan Marjinal

Bandar Lampung, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung laksanakan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilu masyarakat kelompok Pemilih Pemula dan Pemilih Milenial (Marjinal) pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2023 di RT 08 Kelurahan Panjang Selatan. Sabtu (25/11/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua KPU Kota Bandar Lampung Dedy Triyadi, S.E., S.H, yang diwakili oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Hamami, S.H, Lurah Panjang Selatan Hermawan Triandono S.A.P, dan tamu undangan.

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Hamami, S.H berujar dalam sambutannya yaitu mengingatkan kepada masyarakat untuk ingat akan adanya pemilu pada tanggal 14 Februari 2024.

“Bagi anggota KPU tanggal 14 Februari yang kita pilih itu ada 5 yaitu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD dan Presiden,” Ujar Hamami dalam sambutannya.

Berikutnya, Hamami mengatakan KPU melakukan sosialisasi ini ada yang di stabilitas ada yang disosialisasi ikut partisipasi rendah dan kami kebetulan hari ini sosialisasi dan pendidikan pemilu Marjinal.

“Kegiatan hari ini itu agar masyarakat di Panjang Selatan ini berpartisipasi langsung untuk melakukan hak pilihnya di tanggal 14 Februari 2024, sehingga partisipasi di daerah Panjang Selatan ini atau di Kota Bandar Lampung dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilihan agar supaya partisipasinya tinggi” Lanjutnya.

Selanjutnya, Hamami berharap semua masyarakat datang ke TPS untuk melakukan hak pilihnya.

Ditempat yang sama, Dr. Tutun Sinaga sebagai narasumber dalam acara ini menyampaikan sosialisasi tahapan pendidikan pemilih pada masyarakat kelompok khusus.

“Saya percaya orang yang ada disini semuanya jujur karena ada sesuatu tentang pemilu karena harus tertanam dalam diri kita,” Kata Tutun.

Berikutnya, Tutun juga bertutur buta terburuk adalah buta politik, orang yang buta politik tak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan itu semua tergantung putusan pimpinan.

“Jangan asal pilih pemimpin karena sering terjadi Domo itu disebabkan salah pilih pemimpin,” Kata dia.

Selanjutnya, Tutun juga berucap meningkatkan kuantitas pemimpin yaitu semakin banyak memilih semakin banyak pemilihnya.

“Kalau dapat pemimpin yang bagus pasti kita akan mendapatkan kuantitas yang bagus dan baik juga dalam pembangunan negeri ini,” Tutupnya.