Tanggamus — Di halaman balai Pekon Kedamaian, Senin pagi (8/12/2025), warga mulai berdatangan satu per satu. Ada yang membawa anak, ada yang datang bersama tetangga. Harapan tampak di wajah mereka—hari itu, mereka bukan hanya ingin menyampaikan keluhan, tetapi juga ingin pulang membawa identitas yang selama ini belum mereka miliki.
Di momen itulah Anggota DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra, Muhammad Naufal, hadir dengan membawa sesuatu yang jarang dilakukan dalam sebuah reses: Mobil Pelayanan Disdukcapil yang langsung melayani e-KTP, KIA, dan Akte Kelahiran secara gratis.
Bagi masyarakat di Pekon Kedamaian, Benteng Jaya, dan Teratas, memiliki dokumen kependudukan sering kali tidak sesederhana kedengarannya. Banyak yang bekerja harian, tidak punya waktu dan biaya untuk ke kantor Disdukcapil. Ada pula yang sudah bertahun-tahun ingin punya e-KTP, tetapi tertunda karena berbagai kendala.
Karena itu, ketika layanan hadir di pekon mereka, sebanyak 113 warga langsung memanfaatkannya dengan antusias.
“Kami ingin memastikan semua warga punya dokumen yang layak mereka dapatkan,” kata Naufal dengan suara tegas namun penuh empati.
Di sela pelayanan, beberapa warga bercerita tentang kesulitan mereka. Ada ibu yang ingin membuat KIA untuk anaknya agar bisa mendaftar sekolah. Ada petani yang butuh KTP baru karena KTP lamanya rusak terendam air. Ada pula lansia yang tersenyum lega setelah akhirnya terekam e-KTP.
Selain pelayanan adminduk, Naufal juga menyampaikan perkembangan pembangunan di wilayah dapilnya. Jalan lingkungan yang sudah diperbaiki disebutnya sebagai bukti bahwa aspirasi warga tidak berhenti di kertas, tetapi diwujudkan dalam bentuk nyata.
Namun ia tidak menutup mata bahwa masih ada tugas besar: normalisasi irigasi Sungai Way Jelai. Irigasi itu bukan sekadar saluran air, melainkan nadi kehidupan bagi petani di tiga pekon.
“Kalau irigasi normal, panen lancar. Kalau panen lancar, dapur warga tetap mengepul,” ungkapnya.
Kepala Pekon Kedamaian, Azwan Juni, tampak terharu melihat warga bisa mendapatkan dokumen tanpa harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih.
“Selama ini banyak warga yang tertunda urusannya hanya karena dokumen belum lengkap. Hari ini mereka terbantu. Ini bukan sekadar pelayanan, ini meringankan beban warga,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, beberapa warga pulang sambil menggenggam dokumen yang baru selesai dicetak. Ada rasa lega, ada senyum yang tidak dibuat-buat. Mereka pulang dengan lebih dari sekadar kertas—mereka pulang dengan pengakuan identitas, yang menjadi dasar untuk masa depan mereka dan anak-anak mereka.
Kegiatan reses ini dihadiri jajaran Disdukcapil, perangkat pekon, pengurus Gerindra Tanggamus, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir dengan penuh harapan.
Roni/Tim





