Bandar Lampung, – DI tengah gempuran gaya hidup modern dan obat-obatan kimia, kearifan lokal kembali dikukuhkan sebagai solusi kesehatan paling alami dan berkelanjutan. Dewan Jamu Melakukan Pelantikan dan talkshow Pengurus Dewan Jamu Indonesia Lampung yang di selenggarakan di Hotel Swiss-Belhotel Bandar Lampung. Minggu (07/06/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr.(H.C.). dr. Daniel Tjen, Sp.S selaku ketua umum dewan jamu indonesia akrab di panggil Prof Daniel.
Prof Daniel melantik Ketua Dewan Jamu Indonesia Provinsi Lampung Prof. Dr.dr. Asep Sukohar, S.Ked., Sp.KKLP. beserta jajarannya dengan harapan mendekatkan kembali jamu ke keseharian masyarakat.
Berikutnya, Prof Daniel berujar jamu adalah manifestasi kecerdasan bangsa kita. Ia hadir bukan sekadar untuk dijadikan barang dagangan, melainkan sebagai warisan budaya yang menjaga kesehatan masyarakat sejak ratusan tahun lalu.
Ditempat yang sama, Prof Asep mengatakan untuk mempercepat spesifikasi bahan-bahan jamu untuk masuk kedalam bahan pelayanan kesehatan itu terutama pada bahan-bahan alam yang ada di indonesia khususnya di Lampung dan yang sudah di teliti oleh para peneliti akademisi.
“Sudah disampaikan juga hasil dari penelitian itu yang membuat jadi terealisasi juga tadi ada beberapa kebijakan pemerintah yang belum sinkron sehingga spesifikasi jamu itu juga belum bisa jalan secara optimal,” Kata Prof Asep.
Selanjutnya Prof asep juga bertutur untuk bentuk sinerginya itu masuk untuk pasokan dan kualitasnya itu masuk keranah uji laboratorium. Untuk jamu obat herbal standarnya itu sebenernya sudah bisa beredar dan dimanfaatkan.
“Sekarang kita bangaimana mensosialisasikan jamu itu tidak untuk di realisasikan untuk prodak senyawa kimia. dan itu memang yang harus disosialisasikan kepada masyarakat, misalnya melalui komunitas anak muda,” Tutur Prof Asep.
Prof Asep Berharap kedepannya akan melakukan kembali sosialisasi jamu ini karena tidak cukup sekali disampaikan harus beberapa kali, Dewan Jamu akan kerja sama dengan Industri dan Pemerintah supaya bisa diterima dimasyarakat.





