Bandar Lampung, 28 Januari 2026 – Rapat Kerja Nasional VI Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) akan menjadi momentum strategis untuk mendorong Transformasi Konsultan Indonesia melalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi demi meningkatkan daya saing global.

 

Kegiatan ini dilaksanakan di ballroom hotel Swiss-Belhotel, Lampung mulai dari tanggal 27-28 Januari 2026. Ir. Nunus Nugroho AP. MM. IPU., ASEAN Eng selaku ketua umum DPP Perkindo berujar Perkindo adalah wadah bagi perusahaan-perusahaan konsultan yang selama ini sudah banyak mendukung pembangunan Indonesia.

 

“Kita sedang hidup di masa yang tidak biasa. Dunia sedang berubah dengan kecepatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Di satu sisi, kita menghadapi era Artificial Intelligence (AI), yang mengubah cara manusia bekerja, cara industri mengambil keputusan, bahkan cara dunia membangun,” Ujar Nunus Nugroho.

 

Berikutnya, Nunus Nugroho mengatakan Di sisi lain, kita menghadapi perubahan tatanan global—ketidakpastian ekonomi, geopolitik, energi, dan rantai pasok dan kita menghadapi kenyataan besar yang tak bisa dinegosiasikan: perubahan iklim. Bencana semakin sering, cuaca semakin ekstrem, risiko terhadap infrastruktur semakin nyata.

 

“Konsultan Indonesia harus berdiri di barisan depan, Kita bukan sekadar penyedia jasa, Kita adalah arsitek peradaban pembangunan, Kita adalah pihak yang memastikan pembangunan bermutu, berdaya tahan, berkelanjutan, dan berkeadilan. Dan karena itulah, RAKERNAS VI ini membawa tema besar: “Transformasi Konsultan Indonesia: Inovasi, Kolaborasi, dan Digitalisasi.” Kata Dia.

 

Tiga kata ini bukan hanya tema lanjut Nunus, Ini adalah tiga mesin utama untuk mengangkat marwah konsultan Indonesia naik kelas. Pertama inovasi konsultan harus naik nilai bukan turun harga. AI tidak menggantikan konsultan AI hanya menggantikan konsultan yang tidak dapat beradaptasi. Karena itu, PERKINDO harus mendorong inovasi yang nyata bukan hanya slogan, tetapi produk layanan baru, kompetensi baru, dan cara kerja baru.

 

“Kedua kolaborasi kita menang kalau bersatu Transformasi tidak bisa dikerjakan sendirian. Dan PERKINDO tidak boleh berjalan sendiri, kolaborasi adalah kekuatan, kolaborasi antar-anggota, antar-DPD, antar-disiplin, serta kolaborasi dengan Pemerintah, akademisi, dunia usaha, mitra nasional dan internasional. Saya percaya, jika konsultan Indonesia bersatu dan saling menguatkan, maka kita bisa: memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kapasitas usaha anggota, memperkuat standar profesional, dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat. Karena satu hal yang harus kita pahami Yang kecil tidak boleh ditinggalkan dan yang besar tidak boleh berjalan sendiri kita kuat kalau bersama.” Lanjutnya.

 

Selanjutnya, Ketum DPP Perkindo berucap ketiga Digitalisasi cepat, terukur, dan transparan Digitalisasi bukan gaya hidup. Digitalisasi adalah infrastruktur masa depan organisasi dan industri. Ke depan, konsultan harus terbiasa dengan AI, BIM, GIS, dashboard kinerja, manajemen dokumen digital, sistem kolaborasi lintas wilayah, dan pelaporan berbasis data.

 

“Saya ingin menegaskan satu hal Kalau dulu konsultan dituntut “membangun cepat”, maka hari ini konsultan dituntut membangun cerdas dan tahan krisis. Karena infrastruktur yang tidak adaptif terhadap iklim akan menjadi mahal dalam perawatan, rawan rusak, dan membahayakan masyarakat. Maka konsultan Indonesia harus menguasai arah baru ketahanan infrastruktur, mitigasi bencana, efisiensi energi, green design, dan pembangunan rendah karbon. Bukan untuk mengikuti tren, tetapi untuk menjaga masa depan bangsa.”Ucap Nunus Nugroho kepada media ini.

 

Kemudian, ditempat yang sama Nunus Nugroho bertutur untuk mewujudkan Konsultan Indonesia yang kuat tentunya akan menjadi tanggung jawab bersama antara PEMERINTAH, Perguruan Tinggi, Badan Usaha dan Asosiasi melalui PUB & PKB serta Sertifikasi Badan Usaha (JK). Penguatan Asosiasi dan LSBU menjadi hal yang penting ke depan. Pada hari ini hadir bapak Ditjen Bina Konstruksi PERKINDO akan menyampaikan rekomendasi hasil Rakernas VI ini kepada Pemerintah Cq Ditjen Bina Konstruksi.

 

RAKERNAS VI: Dari Forum Diskusi Menjadi Mesin Keputusan dan Aksi RAKERNAS harus menghasilkan keputusan dan aksi nyata. Nunus Nugroho ingin mengajak seluruh peserta untuk fokus pada hasil

*Program kerja yang jelas dan terukur.

*Penguatan kompetensi dan kapasitas badan usaha anggota.

*Strategi memenangkan peluang kerja di daerah dan nasional.

*Penguatan tata kelola profesi dan etika persaingan usaha.

*Percepatan transformasi digital yang bisa diakses semua anggota.

 

“Dan yang paling penting PERKINDO harus menjadi rumah besar konsultan Indonesia yang memberi nilai, memberi arah, dan memberi perlindungan. Kita sedang memasuki babak baru sejarah dan di babak baru ini, konsultan Indonesia tidak boleh ragu saya ingin menutup sambutan ini dengan satu tekad Kita tidak hanya ingin menjadi pelengkap dari pembangunan. Kita ingin menjadi pengarah kualitas pembangunan. Kita tidak hanya ingin bertahan. Kita ingin maju sejajar dengan Konsultan dunia maju. Dan kita tidak hanya ingin sukses sendiri. Kita ingin sukses bersama. Mari kita sukseskan RAKERNAS VI ini dengan semangat Inovasi yang nyata. Kolaborasi yang kuat. Digitalisasi yang cepat.” Tutur dia.

Dan dia berharap dengan keyakinan penuh bahwa Konsultan Indonesia adalah pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.