BANYUMAS, – Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., merespon adanya pemberitaan terkait dugaan anak buahnya di tingkat kecamatan yang diduga berselingkuh.

Awalnya, Bupati Sadewo mengomentari foto berita dugaan perselingkuhan oknum pejabat tersebut yang berupa ilustrasi.

“Ini yang ada di gambar apa sesuai dengan yang diberitakan?” tanya Sadewo, dalam pesan WhatsAppnya, belum lama ini.

Kemudian wartawan menjelaskan jika gambar tersebut merupakan ilustrasi mengingat tidak mungkin memuat foto subjek yang dalam hal ini masih dalam dugaan.

Setelah menerangkan, wartawan pun mencoba memberikan kesempatan jika foto tersebut dianggap tidak sesuai, namun Bupati Banyumas menolaknya.

“Koq saya yang disuruh nyari, kan njenengan yg lg investigasi silakan lakukan. kerjaan saya kan bukan hanya ngurusi ini. Terima kasih,” tulisnya, dalam pesan WA.

Wartawan kemudian menyampaikan tujuan dengan harapan dugaan tersebut ditindaklanjutinya sebagai pimpinan tertinggi di Kabupaten Banyumas. Sebab, bupati memilik hak dan kewajiban untuk menegur bawahannya jika bersalah.

Sebelumnya diberitakan, oknum pejabat dilingkup Pemerintah kabupaten Banyumas berinisial Ga diduga berselingkuh dengan perempuan berinisial LT.

Diketahui Ga merupakan pegawai yang bertugas di Kecamatan Banyumas. Ia diduga kuat menjalin hubungan terlarang dengan LT, sebagai P3K Sekwan DPRD Banyumas.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, Selasa 2 Juni 2026 hubungan gelap keduanya sudah berjalanan sejak tahun 2020 atau 2022 hingga sekarang 2026.

“Suami LT berinisial TP telah menuntut dan sudah pernah klarifikasi di kantor DPRD Banyumas antara bulan April-Mei 2026. Dilakukan mediasi bersama lima orang di ruang Ketua DPRD Banyumas Agus Prianggodo,” kata sumber.

Ia menambahkan, hasil dari pertemuan itu Ga meminta namanya disembunyikan atau tidak disebut-sebut.

“Konon Ga menjanjikan sebuah angka damai sebesar Rp. 15 juta, namun ditolak suami LT dan sampai sekarang belum terselesaikan,” cetus sumber.

Ia melanjutkan, dibalik kasus dugaan perselingkuhan Ga dengan LT, ternyata dibekingi oleh ANH pejabat di Pemkab Banyumas.

“TP sebagai suami LT juga sudah bertemu di Kedung Banteng, milik ANH sekitar bulan April 2026. Dan akhirnya kasus ini mengambang tanpa kejelasan,” tandasnya.

Sementara sampai berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari Bupati Banyumas maupun pejabat terkait. (mbah wasis)